Halmahera

Kontingen Pesparawi Maluku Utara Tiba di Manokwari, Siap Berlaga di Ajang Nasional XIV

Manokwari – Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV Nasional asal Provinsi Maluku Utara tiba di Manokwari, Papua Barat, Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIT. Rombongan mendarat menggunakan maskapai Super Air Jet dari Kota Ternate.

Sebanyak 284 orang tergabung dalam kontingen Maluku Utara. Mereka terdiri atas peserta, pelatih, dan ofisial yang akan mengikuti berbagai cabang lomba pada ajang Pesparawi Nasional XIV.

Para peserta merupakan gabungan perwakilan dari Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Kabupaten Pulau Morotai yang telah melalui proses seleksi sebelumnya.

Kedatangan kontingen Maluku Utara turut didampingi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Maluku Utara Harfifal Nally Thomas, Ketua DPRD Halmahera Utara Christina Lesnussa, Sekretaris Daerah Halmahera Utara sekaligus Ketua LPPD Kabupaten Halmahera Utara E.J. Papilaya, Sekretaris LPPD Halut Hans Loleng, Ketua Dharma Wanita Persatuan Halmahera Utara Sandra C. Papilaya, serta jajaran pengurus LPPD.

Setibanya di Manokwari, Gubernur Sherly Tjoanda dan Bupati Piet Hein Babua disambut secara adat oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama jemaat gereja. Penyambutan serupa juga diberikan kepada seluruh kontingen Pesparawi Maluku Utara yang disambut dengan penuh sukacita.

“Selamat datang di Manokwari,” ucap pemandu acara saat prosesi penyambutan.

Dalam kesempatan itu, pemandu juga memperkenalkan Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat yang berada di pesisir utara kawasan Kepala Burung, Pulau Papua. Kota ini dikenal sebagai “Kota Injil” karena menjadi lokasi awal masuknya agama Kristen Protestan di Tanah Papua pada 1855 melalui Pulau Mansinam.

Penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV tahun 2026 di Manokwari juga mengusung konsep ramah lingkungan. Panitia mengampanyekan pengurangan sampah plastik dengan mewajibkan seluruh peserta dan panitia membawa tumbler atau botol minum pribadi untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup