OmPala

Pemkab Halut Bergerak! Aplikasi Jaga Desa Segera Diterapkan di 17 Kecamatan

Tobelo – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mulai mematangkan pelaksanaan sosialisasi Aplikasi Program Jaga Desa yang akan diterapkan di seluruh desa. Aplikasi ini diharapkan mampu memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa.

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Meeting Sekretaris Daerah Lantai II Kantor Bupati Halmahera Utara, Rabu (15/7/2026).

Rapat dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halmahera Utara, F.N. Sahetapy, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Hadir dalam kegiatan itu para camat, kepala desa, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Halmahera Utara, DPC APDESI Halmahera Utara, serta pengurus DPC ABPEDNAS Halmahera Utara.

Dalam rapat tersebut, peserta membahas teknis pelaksanaan sosialisasi Aplikasi Program Jaga Desa yang akan dilakukan secara bertahap di 17 kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara.

Program Jaga Desa dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Kejaksaan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, khususnya pada pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melalui aplikasi tersebut, pemerintah desa diharapkan dapat meningkatkan tertib administrasi, terutama dalam pengelolaan Dana Desa. Aparatur desa juga didorong memanfaatkan aplikasi secara optimal serta aktif berkonsultasi apabila menghadapi kendala dalam proses pelaksanaannya.

Selain itu, rapat menekankan pentingnya peran camat dalam mengoordinasikan pelaksanaan sosialisasi di wilayah masing-masing. Seluruh kepala desa diharapkan dapat mengikuti kegiatan tersebut agar implementasi Aplikasi Program Jaga Desa dapat berjalan efektif di seluruh wilayah Kabupaten Halmahera Utara.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam memastikan pelaksanaan sosialisasi Aplikasi Program Jaga Desa berjalan optimal sebelum diterapkan di seluruh desa di 17 kecamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup