Tiga Kabupaten di Malut Bersatu, Bidik Pusat Ekonomi Biru dan Hijau Baru
TOBELO — Wakil Bupati Halmahera Utara (Halut) Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag., M.Pd., membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) kerja sama tiga kabupaten, yakni Halmahera Utara, Halmahera Timur (Haltim), dan Pulau Morotai.
FGD yang digelar di Hotel Greenland Tobelo, 7 September 2026, tersebut membahas pengembangan ketiga daerah sebagai sentra pertumbuhan baru ekonomi biru dan ekonomi hijau di Provinsi Maluku Utara.
Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimda, para Asisten Sekretariat Daerah, Staf Ahli Bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kepala subbagian program, instansi vertikal, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Dalam laporan panitia yang disampaikan Yakobus Namotemo, kegiatan tersebut digelar untuk menghimpun masukan dan gagasan konstruktif dalam merumuskan kawasan sentra pertumbuhan ekonomi baru berbasis ekonomi biru dan ekonomi hijau.
Konsep tersebut disesuaikan dengan karakteristik ekoregion masing-masing wilayah. Kerja sama tiga kabupaten juga diarahkan untuk memperkuat sinergi dan konektivitas antardaerah melalui penyelarasan sektor-sektor unggulan serta pengembangan infrastruktur yang terintegrasi di Maluku Utara.
FGD dilaksanakan melalui forum pleno dan diskusi kelompok terfokus. Sejumlah narasumber turut dihadirkan, di antaranya Kepala Bappeda Halmahera Utara Hernefer F. Tjandua, AP., M.H., serta akademisi dan pemerhati pembangunan daerah, yakni Drs. Jubhar C. Mangimbulude, M.Sc., Ph.D.; Dr. Herman Usman, M.Si.; Dr. Agus Salim Bujang; dan Asgar Saleh, S.E., M.S.
Dalam sambutannya, Kasman menegaskan bahwa Halut, Haltim, dan Pulau Morotai memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Potensi tersebut mencakup sektor kelautan, perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga pariwisata.
Menurut dia, potensi tersebut tidak akan optimal apabila dikelola secara sendiri-sendiri tanpa kolaborasi antardaerah.
“Konsep ekonomi biru dan ekonomi hijau tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi harus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi lokal,” kata Kasman.
Ia menilai konektivitas yang kuat dapat mendorong Halut, Haltim, dan Morotai membangun rantai ekonomi yang saling mendukung, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Rantai ekonomi tersebut mencakup proses produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran.
Kasman juga menyerukan agar berbagai gagasan pembangunan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi segera diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Seluruh gagasan yang terpenjara harus segera dibebaskan dengan tindakan,” ujarnya saat membuka secara resmi FGD kerja sama tiga kabupaten tersebut.
Kerja sama Halut, Haltim, dan Pulau Morotai diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas kawasan sekaligus mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal dan penguatan rantai usaha antardaerah.
FGD kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok sebelum ditutup dengan perumusan hasil dan rekomendasi sebagai bahan penguatan kerja sama antardaerah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan