Halmahera

Harga Cabai di Halut Melonjak, Bupati Piet Siapkan Pasokan dari Malang dan Gerakan Tanam 15 Ribu Bibit

TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Pemkab Halut), Maluku Utara, menyiapkan dua strategi untuk mengendalikan kenaikan harga cabai, yakni mengamankan pasokan dari daerah sentra produksi dan memperkuat produksi lokal. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan cabai sekaligus menekan beban biaya distribusi agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali.

Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menyampaikan hal tersebut dalam rapat pembahasan pengendalian harga cabai yang digelar di Ruang VIP Bupati, Selasa (6/10).

Piet menjelaskan, strategi jangka pendek difokuskan pada pengamanan pasokan dari luar daerah. Sementara itu, strategi jangka menengah dilakukan melalui peningkatan produksi cabai di Halmahera Utara.

“Dua strategi utama, yakni pengamanan pasokan dalam jangka pendek dan penguatan produksi lokal dalam jangka menengah,” kata Piet.

Untuk mengamankan pasokan, Pemkab Halut mendorong kerja sama dengan daerah sentra produksi cabai, salah satunya Malang, Jawa Timur. Kerja sama tersebut akan diawali melalui koordinasi antarpemerintah daerah atau government to government (G to G), kemudian dilanjutkan dengan kerja sama bisnis atau business to business (B to B) antara pedagang cabai di Tobelo dan champion cabai di daerah pemasok.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan fasilitasi transportasi dari Ternate ke Tobelo. Dukungan ini diperlukan karena pasokan cabai dari luar daerah direncanakan masuk melalui jalur udara menuju Ternate sebelum didistribusikan ke Tobelo.

Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi, menjaga kualitas cabai, serta menekan biaya transportasi sehingga harga jual kepada masyarakat lebih terkendali.

Di sisi lain, Pemkab Halut mendorong Gerakan Menanam Cabai untuk meningkatkan produksi lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Dinas Pertanian menyiapkan lahan penanaman cabai seluas sekitar lima hektare. Sementara itu, gerakan menanam cabai yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) diproyeksikan membutuhkan sekitar 15 ribu bibit.

Piet menegaskan, pemerintah daerah tidak menetapkan harga jual di tingkat pedagang. Namun, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pasokan, peningkatan produksi, dan kelancaran distribusi agar harga komoditas tersebut tidak semakin membebani masyarakat.

“Pemerintah berperan memastikan pasokan, produksi, dan distribusi berjalan lancar,” demikian penegasan Bupati dalam pembahasan tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Halmahera Utara, Nyoter Koenoe, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Halmahera Utara yang sebelumnya dihadiri Deputi Bank Indonesia bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam pertemuan tersebut, cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena berpengaruh terhadap inflasi dan tercatat memiliki harga tinggi di Halmahera Utara.

Nyoter mengatakan, kerja sama dengan daerah sentra produksi akan ditempuh melalui koordinasi antarpemerintah daerah, kemudian dilanjutkan dengan kemitraan antara pedagang cabai di Tobelo dan pemasok di Malang.

Pemkab Halut juga menyiapkan dukungan transportasi lanjutan dari Ternate ke Tobelo untuk membantu menekan biaya distribusi. Dengan demikian, pasokan yang masuk diharapkan dapat menjangkau pedagang dan konsumen dengan biaya yang lebih terkendali.

Pemerintah daerah berharap penerapan dua strategi tersebut dapat memperkuat ketersediaan cabai, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Rapat tersebut turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Halmahera Utara, Drs. Anwar Kabalmay, serta sejumlah distributor dan pedagang cabai di Tobelo.

Pemkab Halut akan terus memperkuat koordinasi lintas daerah dan lintas instansi guna memastikan kebutuhan cabai masyarakat terpenuhi sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup