Operasi Dramatis di Gunung Dukono Berakhir, Bupati Halut Keluarkan Larangan Tegas
Tobelo – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh korban pendaki Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Proses pencarian dilakukan selama dua hari pasca-erupsi Gunung Dukono yang terjadi beberapa hari lalu.
Pada Minggu (10/5/2026) siang, suasana di lokasi pencarian sempat berubah mencekam ketika cuaca tiba-tiba mendung. Di saat bersamaan, kabar diterima bahwa dua warga negara asing (WNA) asal Singapura berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sehari sebelumnya, tim juga menemukan satu korban WNI asal Ternate.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi korban.
“Ini merupakan proses yang sangat baik. Kita melakukan pencarian jenazah selama dua hari dan hari ini bisa mendapatkan hasil,” kata Piet Hein Babua.
Jenazah para korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan identifikasi forensik oleh pihak kepolisian guna memastikan identitas masing-masing korban.
Piet juga mengungkapkan bahwa sejak hari pertama kejadian, Pemkab Halmahera Utara telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Singapura di Jakarta. Bahkan, Sekretaris I dan Sekretaris III Kedubes Singapura telah berada di Halmahera Utara untuk memantau langsung proses evakuasi.
Usai kejadian itu, Piet meminta masyarakat dan para pencinta alam untuk tidak lagi beraktivitas di kawasan Gunung Dukono.
“Kami berharap masyarakat menjauhi radius 4 kilometer dari puncak Gunung Dukono. Para pendaki gunung maupun pencinta alam kami minta tidak melakukan aktivitas sampai ke puncak gunung,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan