Halmahera

Bupati Piet Hein Babua Tutup MTQ XI Halmahera Utara, Tekankan Toleransi dan Pembinaan Generasi Qurani

Malifut – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XI tingkat Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, Kamis (14/5/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Malifut itu digelar sejak 9 Mei 2026 dan ditutup secara meriah dengan dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda, tokoh agama, peserta, serta masyarakat.

Turut hadir Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi Ahmad, Sekretaris Daerah E.J. Papilaya, Ketua DPRD Halmahera Utara Christina Lesnussa, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald Maritua Lumban Gaol, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, Kajari Halut Rahmat, hingga jajaran pimpinan OPD dan para camat.

Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi Ahmad selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Halmahera Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MTQ.

Ia mengatakan, MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Al Quran, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai keagamaan, persatuan, dan pembinaan generasi muda.

“Tujuan MTQ mulai dari tingkat nasional hingga kecamatan adalah menanamkan kecintaan umat terhadap Al Quran, mencari bibit unggul qori-qoriah serta hafiz-hafizah terbaik, sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat,” ujar Kasman.

Kasman juga mengungkapkan rencana penggabungan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) dan MTQ agar pembinaan peserta dapat lebih fokus sehingga Halmahera Utara mampu bersaing di tingkat nasional.

Menurut dia, visi daerah “SETARA” dan tagline “Makmur Bersama Gereja dan Makmur Bersama Masjid” menjadi semangat menjaga harmoni kehidupan beragama di Halmahera Utara.

Sementara itu, Bupati Piet Hein Babua menegaskan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara akan terus memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh kecamatan untuk terlibat dalam berbagai program pemerintah, termasuk kegiatan keagamaan.

Ia juga mengingatkan janji pemerintah daerah untuk memberangkatkan peserta terbaik MTQ dan STQ menjalankan ibadah umrah.

“Peserta terbaik yang sudah dijanjikan untuk umrah akan diberangkatkan bersama. Bagian Kesra harus bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaannya,” kata Piet.

Menurut Piet, kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun menjadi bagian penting dalam membangun ketakwaan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

Dalam kesempatan itu, Piet turut mengapresiasi penampilan paduan suara Jemaat Sosol yang dinilainya sebagai simbol toleransi antarumat beragama di Halmahera Utara.

“Ini adalah kekuatan besar yang harus terus dijaga dan tidak boleh dipecah belah,” ujarnya.

Pada akhir acara, panitia membacakan para pemenang lomba MTQ ke-XI tingkat Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2026 sekaligus menyerahkan hadiah kepada peserta terbaik.

MTQ tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Nilai Al Quran, Membangun Keadaban Menuju Halut Setara Berkelanjutan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup