Diduga Bermasalah, KNPI Halut Minta Penegak Hukum Usut Proyek Multiyears Galela-Loloda
Tobelo – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Utara mendesak penegak hukum mengusut dugaan korupsi dalam proyek Multiyears pada tahun 2018-2020 lalu.
Sebab, diketahui telah merugikan keuangan daerah ratusan miliar.
Menurut Ketua KNPI Halmahera Utara Mufrid Tawary, bahwa ada yang janggal dalam proses pekerjaan proyek tersebut..
Karena sampai sekarang proyek tersebut tidak selesai dikerjakan.
Mulai dari segmen pertama hingga segmen ketiga.
“Proyek multiyears memiliki nilai kontrak yang sangat besar. Jika ada permainan di dalamnya, maka kerugian daerah ini ratusan miliar dan kita tidak bisa diam melihat uang daerah dikorupsi oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
“Kami minta Polisi dan Jaksa bekerja sungguh-sungguh. Usut tuntas mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban keuangannya. Jangan ada yang dilindungi,”desaknya.
Adapun, proyek pembangunan Jalan penghubung sepanjang 90 Kilo Meter di Kecamatan Galela-Loloda Halmahera Utara Maluku Utara sampai sekarang belum tuntas dan tampak terbengkalai.
Padahal, proyek dengan sistem Multiyears itu sudah dianggarkan sebesar Rp 300 miliar lebih yang bersumber dari APBD dan mulai dikerjakan tahun 2018 dan harusnya selesai awal tahun 2020 lalu, sesuai kontrak.
Terpantau, dilokasi rata rata sejumlah sungai sama sekali belum disentuh proyek.
Begitu pun pengaspalan terlihat dikerjakan tidak merata atau terputus putus dari satu Desa ke Desa berikutnya.
Mirisnya lagi sebagian jalan sudah ditumbuhi rumput sampai ke badan jalan sehingga tampak mulai menyempit.
Proyek Multiyears dalam pekerjaannya dibagi 3 segman yaitu.
Segmen I mulai dari Desa Salimuli sampai Posi-Posi jaraknya sepanjang 48,3 Kilo Meter dikerjakan oleh PT Sinar Putra Pratama (SPP) dengan total anggaran sebesar Rp 138,6 miliar
Segmen II dari Desa Posi-Posi sampai Ngajam jaraknya sepanjang 24,8 Kilo Meter dikerjakan oleh PT Sinar Sama Sejati (SSS) dengan total anggaran sebesar Rp 87,3 miliar.
Kemudian, segmen III dari Desa Ngajam sampai Apulea jaraknya sepanjang 21,5 Kilo Meter dikerjakan oleha PT Ikhlas Bangun Sarana (IBS) dianggarkan sebesar Rp 67,1 miliar.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan